Pusri Kesulitan Peroleh Bahan Baku Pupuk Organik

// Kordinator produksi dan pemeliharaan Pusat Pengembangan Pupuk Organik PT.Pusri, Abubakar Cik Utih mengatakan, sampai kini pihaknya masih kesulitan mendapatkan bahan baku pupuk organik berupa sampah dapur, seperti sayuran, rumput dan daun kering.

Akibat masih minimnya bahan baku tersebut, Pusri belum mampu memenuhi permintaan pupuk organik dari sejumlah perkebunan yang telah menawarkan kerjasama kepada mereka, seperti PT.London Sumatera, katanya di Palembang, Kamis (19/6).

Saat ini bahan baku mereka didapat dari sampah dapur perumahan karyawan PT.Pusri dan dari sejumlah pasar tradisional. Sehingga mereka mampu memproduksi pupuk organik sebanyak 1,2 ton per hari dan telah berproduksi sejak 2005.

Ia mengatakan, pupuk organik yang nama pasarnya pupuk granul tersebut kini sangat diminati petani maupun warga yang menanam berbagai tanaman hias.

Pupuk tersebut sangat aman untuk dipergunakan dan kandungan yang terdapat di dalamnya juga lebih tinggi mutunya ketimbang pupuk anorganik, seperti urea, katanya.

Ia menambahkan, sejumlah perkebunan sawit dan karet di Sumatera kini juga telah memanfaatkan pupuk organik granul sebagai pengganti urea.

Harga pupuk tersebut juga tidak berbeda dengan harga pupuk urea yang bersubsidi yakni Rp1.200 per kilogram. Sementara proses pembuatan pupuk tersebut diawali dengan pencacahan bahan baku sampai halus kemudian difermentasi sehingga menjadi pupuk organik curah, yang menjadikan tanaman subur dan sehat, kata Abubakar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: