Periksa Kesehatan Sebelum Menikah?

PEMERIKSAAN kesehatan premarital atau pranikah belakangan ini tampaknya semakin menjadi tuntutan kemajuan zaman. Kalau dulunya hal ini tergolong jarang atau hampir tak pernah digubris, kini di luar negeri pemeriksaan kesehatan merupakan hal yang sudah hampir mutlak dilakukan setiap pasangan yang hendak memasuki pintu pernikahan. Dari sebuah penelitian, disebutkan bahwa persentase pasangan yang melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum menikah menempati posisi yang sangat mendominasi, dan hampir semua ahli ternyata juga menganjurkan untuk melakukannya.
Sementara di negara-negara sedang berkembang termasuk Indonesia hal ini mungkin bagi sebagian kalangan masyarakat masih terasa janggal kecuali ada hal-hal tertentu yang mendasarinya. Bagaimanapun, perkembangan penyakit-penyakit berbahaya dengan taruhan nyawa yang menyerang dewasa ini terutama penyakit-penyakit virus yang bisa mengganggu dalam hal reproduksi mungkin menjadi dasar untuk dilakukannya pemeriksaan ini.Riwayat Penyakit Genetik Dalam Keluarga
Dari banyak pengamatan yang dilakukan para ahli, masyarakat di negara maju mungkin sudah memiliki pola pikir jauh lebih rasional ketimbang negara-negara berkembang lainnya dalam hal kesadaran untuk kesehatan mereka. Ini pula yang menjadi alasan mengapa pemeriksaan kesehatan disana menjadi suatu keharusan sebelum melangsungkan pernikahan. Sementara sudut pandang masyarakat disini kebanyakan hanya menitikberatkan pada hal-hal yang bisa mengganggu kelangsungan keturunannya. Riwayat penyakit dalam keluarga memang merupakan hal yang perlu diperhatikan bagi pasangan pranikah karena secara medis hal ini bisa meningkatkan resiko bagi keturunan mereka nantinya. Penyakit-penyakit seperti diabetes, hemofilia, thalasemia, asma dan bahkan kanker merupakan sekian jenis penyakit yang sudah terbukti diturunkan secara genetik.

Beberapa diantaranya mungkin bisa diatasi dengan berbagai tindakan pencegahan, namun sebagian lagi juga tidak meninggalkan suatu solusi untuk dapat dihindari, apakah itu dari pengaturan gaya hidup maupun terapi medis untuk pencegahan dan pengobatannya. Berbagai cara untuk mencegah peningkatan resiko akan penyakit-penyakit yang diturunkan secara genetik ini hingga kini masih berada dalam proses penelitian para ahli dan belum mendapat suatu solusi yang benar-benar pasti, namun hal ini sebenarnya patut menjadi pertimbangan bagi pasangan-pasangan pranikah yang menginginkan keturunan yang sehat seratus persen dan memiliki resiko rendah untuk menderita penyakit-penyakit yang sama dengan salah satu orang tuanya.

Penyakit-Penyakit Yang Mempengaruhi Keselamatan Janin
Untuk hal yang termasuk dalam tujuan jangka pendek yang nyatanya paling sering menjadi alasan untuk melakukan suatu pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan terhadap virus-virus yang bisa membahayakan janin seperti toksoplasma, rubella dan herpes yang belakangan ini sangat populer di negara luar agaknya memang diperlukan. Dengan deteksi dini adanya virus ini dalam tubuh salah satu dari pasangan, bisa diambil berbagai tindakan untuk pencegahannya terhadap janin.

Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan darah menyangkut tipe dan golongan darah termasuk dalam salah satu pemeriksaan yang penting untuk dilakukan karena ada kalanya pernikahan dari pasangan dari suku bangsa yang berbeda bisa memiliki tipe darah yang berbeda.

Perbedaan golongan darah saja pun bisa membahayakan janinnya. Misalnya bagi ibu yang memiliki golongan darah O yang hanya mengandung antibodi sementara janinnya memiliki golongan darah A atau B yang tidak memiliki antibodi tapi hanya mengandung antigen, maka keguguran bisa saja terjadi karena terjadi penolakan dari antibodi terhadap antigen tersebut. Begitu juga misalnya, bagi orang Indonesia yang kebanyakan memiliki darah dengan RH positif bila menikah dengan suku bangsa lain misalnya bule atau keturunannya yang bisa saja memiliki darah dengan RH negatif dikhawatirkan bisa terjadi reaksi pada kehamilan dan janin.

Sebagai contoh, bila seorang ibu memiliki RH negatif dan menikah dengan ayah yang memiliki RH positif, maka anak akan mengikuti ayahnya memiliki RH positif. Pada saat kehamilan hal ini bisa merangsang munculnya antibodi yang berlipatganda dari si ibu untuk menolak RH positif ini sehingga bisa terjadi keguguran. Untuk memastikan keamanan dari masalah darah ini agaknya diperlukan konsultasi selanjutnya yang lebih terarah dari ahlinya.

Pemeriksaan Kesuburan
Pemeriksaan ini merupakan salah satu pemeriksaan yang cukup populer di negara-negara berkembang ketimbang pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi berbagai macam penyakit tadi. Tujuannya jelas karena di negara-negara seperti ini kebanyakan tujuan utama pernikahan adalah untuk memperoleh keturunan. Pada pria bisa dilakukan analisa sperma serta penilaian status organ reproduksi bila diperlukan, misalnya apakah ada gangguan-gangguan pada salah satunya, begitu pula pada wanita yang bisa dilakukan adalah penilaian terhadap siklus haid dan perubahan hormonal yang terjadi selama siklus itu berlangsung. Kemampuan ovulasi serta kesehatan organ-organ reproduksinya juga menjadi hal yang penting untuk diperiksa berkaitan dengan hal kesuburan.

Penyakit-Penyakit Menular Lainnya
Tak hanya untuk keselamatan janin, berbagai penyakit yang bisa ditularkan terhadap pasangan bila masih menyerang dalam diri salah seorang dari pasangan pranikah tersebut ada baiknya untuk diperiksa. Penyakit-penyakit yang dimaksud mulai dari penyakit radang paru, TBC, hingga hepatitis bahkan AIDS yang keduanya bisa ditularkan lewat hubungan seksual. Khusus mengenai penyakit-penyakit hubungan seksual ini dimana sebagian besar bisa mengakibatkan terjadinya kecacatan pada janin termasuk sifilis, herpes dan gonorrhea, bila salah satu pasangan sebelumnya terdeteksi pernah melakukan seks bebas sebaiknya kedua pasangan melakukan pemeriksaan terhadap penyakit-penyakit ini untuk memastikan beberapa diantaranya sudah benar-benar sembuh sebelum melangsungkan pernikahan. Khusus bagi penyakit-penyakit yang hingga saat ini belum ditemukan terapinya harus dipastikan terlebih dahulu bahwa salah satu dari pasangan pranikah bebas dari penyakit tersebut.

Satu hal yang perlu diingat dari penyakit-penyakit menular ini selain hubungan seks bebas juga perlu dideteksi dari riwayat penggunaan transfusi dan penggunaan jarum suntik antara lain untuk pengguna narkoba karena salah satu penularan AIDS terbanyak adalah melalui transfusi dan jarum suntik.

Beberapa tinjauan diatas agaknya bisa memberikan sedikit pandangan akan perlunya melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah. Memang ada benarnya bila salah satu alasan tidak dilakukannya pemeriksaan ini adalah karena rasa takut akan munculnya hal-hal penghalang untuk melangsungkan pernikahan bagi pasangan yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya sehingga akhirnya memunculkan masalah-masalah baru, atau sekedar alasan biaya untuk pemeriksaan yang memang tidak sedikit. Bila pasangan dinilai cukup yakin akan kesehatannya, mungkin tak semua pemeriksaan mutlak dilakukan, meskipun begitu, perlu tidaknya melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah ini tentu pada akhirnya terpulang pada mereka sendiri, dimana seharusnya pemeriksaan ini bukan menjadi penghalang bagi pernikahan, namun lebih pada tujuannya untuk mendapat suatu pernikahan yang sehat dan bahagia.(dr.Daniel Irawan)(sh)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: